Ketika Manusia Berdo’a :"Ya 4JJI ambillah kesombonganku dariku."
4JJI berkata : "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya"
Ketika Manusia Berdo’a :"Ya 4JJI sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat."
4JJI berkata : "Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara”
Ketika Manusia Berdo’a :"Ya 4JJI beri aku kesabaran."
4JJI berkata : "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan tidak di berikan, kau harus meraihnya sendiri."
Ketika Manusia Berdo’a :"Ya 4JJI beri aku kebahagiaan."
4JJI berkata : "Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri untuk menghargai keberkahan itu."
Ketika Manusia Berdo’a :"Ya 4JJI jauhkan aku dari kesusahan."
4JJI berkata : "Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku."
Ketika Manusia Berdo’a :"Ya 4JJI beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat."
4JJI berkata : "Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal."
Ketika Manusia Berdo’a :"Ya 4JJI bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku.” 4JJI berkata : "Akhirnya kau mengerti ...!"
Kadangkala kita berpikir bahwa 4JJI tidak adil, kita telah susah payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya.
Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek, lalu kita melihat tukang es. Kita menganggap, panas badan dan rasa haus, kita merasa dengan minum es dapat mengobati rasa demam (maklum anak kecil). Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon pada 4JJI) dan merengek agar dibelikan es. Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu dengan segala dalih kita tidak dibelikan es. Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat tu.
Begitu pula dengan 4JJI, segala yang kita minta 4JJI tahu apa yang paling baik bagi kita. Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini 4JJI mengabulkannya. Karena 4JJI tahu yang terbaik yang kita tidak tahu.
Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari "pilek" dan "demam".dan terus berdoa.
Sabtu, 23 Juni 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar